Kita diciptakan untuk saling melengkapi satu sama lain. Bukan saling mencari-cari kekurangan atau kesalahan lalu diperdebatkan dan dijadikan sebuah alasan ketidakcocokan hingga akhirnya memilih berpisah.

Cinta tidak seperti itu.

Jika kau ingin meraih cinta Allah, maka kau harus menerima kekasihmu dengan tulus.

Menerima segala baik dan buruknya, menerima kekonyolan-kekonyolannya, menerima tingkah anehnya, dan seluruhnya.

Kau tidak bisa dengan mudah mengatakan pisah, kau tidak bisa dengan mudah ingin pergi meninggalkan, kau tidak bisa seketika marah lalu menghina dia. Tidak.

Dia adalah laki-laki yang Allah izinkan untuk membersamaimu dalam suka dan duka, Tanpa bisa kau menolaknya, karena sebagai hamba yang baik, kita hanya bisa mendengar perintah lalu menaatinya.

Seorang muslimah tidak akan mengeluarkan kata-kata yang buruk terhadap kekasihnya.

Seorang muslimah tidak akan mungkin membuat kekasihnya terhina.

Seorang muslimah menjaga dirinya dari keburukan-keburukan lisannya.

Seorang muslimah yang baik akan lebih  banyak menahan sabar dan mengadukan pesakitan yang dialaminya di atas sajadah.

Ia akan bersabar atas sesulit-sulitnya masalah, dan akan tenang dalam serumit-rumitnya keadaan.

____

Kita adalah calon muslimah itu.
Kita adalah calon ibu yang baik itu.

Maka sebelum Allah kirimkan pendamping untukmu, belajarlah terlebih dahulu bagaimana menjadi seorang istri yang dicintai Allah.
.
.

Semoga kita semua mampu menjadi yang terbaik untuk orang yang kita cintai, kelak.

Aminn..
Share dan tag kekasih halalmu, dear❤️ .
.
@gadisturatea
#gadisturatea

Iklan

Cinta Memang Bisa Menghancurkan Hidup Seseorang

Setiap manusia berpeluang melakukan kesalahan. Sebaik apapun dia.

Termasuk aku.

Beberapa bulan yang lalu, seorang sahabat menawari aku untuk menikah dengan adik kandungnya. Sosok yang luar biasa menurutku. Mereka dari lingkungan keluarga yang mendalami ilmu agama. Hingga aku menjadi minder dan merasa tidak pantas sama sekali untuk mendampinginya.

Aku bukan siapa-siapa, yang baru saja belajar untuk berhijrah. Pengetahuan agamaku belum seberapa. Dan keyakinanku yang masih terus kupupuk hingga sekarang. Dan entah bagaimana ceritanya, aku dan adik sahabatku itu Allah pertemukan dalam satu lingkup pekerjaan. Bertemu setiap harinya. Hingga membuat dia terlanjur jatuh cinta. (Kalau anak pesantren, jarang suka sama cewek. Sekalinya jatuh cinta, ia tidak menginginkan yang lain selain perempuan yang dicintainya)

Iya. Dia terlanjur jatuh cinta padaku. Dan aku? Aku tidak memiliki perasaan apapun. Hingga, hari-hari hanya kulalui dengan istikharah. Aku benar-benar bingung bagaimana menjalaninya. Bagaimana nanti aku hidup bersama orang yang tidak aku cintai. Aku dilema dan galau tidak karu-karuan. Sementara jawabanku masih selalu ditanyakan oleh sahabatku. “Bagaimana Riany?” Tanyanya.

Aku termenung.
Entah apa yang sedang bergejolak dalam dadaku. Seperti ingin pergi jauh dari peradaban ini. Seperti mau tidak mau untuk menerimanya. Sedang aku juga tidak ingin mempermainkan perasaannya apalagi sampai menyakiti hatinya-seperti sekarang. Sungguh, tak ada niatku untuk menyakiti siapapun. Tetapi aku sendiri bingung harus berbuat apa. Hingga kuputuskan untuk membuka hati untuknya meski aku setengah hati untuk menerimanya.

Sebagaimana kalian tahu, mahar orang Sulawesi benar-benar luar biasa banyaknya. Ketika aku bicara pada kedua orang tua, benar saja dimintanya uang 80 jt. Aku tidak mampu berucap apa-apa lagi. Seperti tak ingin hidup namun tak mau mati juga. Beban terberat dalam hidupku. Aku tidak sanggup memberitahukan hal ini pada sahabatku dan keluarganya. Bagaimana bisa mereka mencukupi uang sebanyak itu hanya demi seorang aku yang rasa-rasanya tidak layak.

Aku memberanikan diri untuk menghubungi sahabatku dan mengatakan semuanya. Dan beliau mengiyakan. Selanjutnya aku berkomunikasi langsung dengan pihak laki-lakinya. Tampak jelas ada harapan yang besar untuk memperistri diriku melalui kata-katanya.

Aku semakin tidak tega bila pada akhirnya rencana baik ini harus batal hanya karena uang.

Dan, beliau berkata bahwa uang yang tersedia saat ini belum sampai setengah dari yang diminta orangtuaku. Aku berkata tidak perlu dipaksakan jika memang tidak ada. Mungkin memang kita belum berjodoh saja. Tetapi, cinta sudah terlanjur menggebu dalam dadanya. Hingga ia akan terus berjuang sampai ia mampu memenuhi persyaratan yang diminta.

Salahnya, aku memutuskan komunikasi begitu saja dengannya setelah itu. Belum jelas bagaimana kedepannya, aku sudah mematahkan semangatnya. Aku tidak paham bagaimana ia mati-matian berjuang untuk mendapatkan aku. Aku tidak tahu bagaimana ia mati-matian berjuang untuk memenuhi segala persyaratan yang diberikan. Sebegitu cintanya ia kepadaku. Dan bodohnya, aku tidak menyadari itu. Aku mengabaikannya, dan menghempaskan dirinya ke dasar jurang.

Setelah beberapa bulan, sahabatku menghubungi diriku lagi. Ia menceritakan kondisi adiknya yang memprihatinkan. Yang sekarang menjadi dingin dan sensitif. Benar-benar berubah drastis. Sampai orangtuanya mempertanyakan, “siapa diriku, sampai bisa mengubah anaknya semenyedihkan itu”

Saat itu, aku terdiam cukup lama. Berpikir keras kejahatan apa yang sudah kulakukan sampai bisa menghancurkan hidup seseorang. Aku benar-benar tidak mengerti bagaimana cara kerja takdir. Mengapa harus berakhir seperti ini? Rasanya aku tidak melakukan apapun, tetapi keputusanku untuk mengakhiri semuanya berujung merenggut nyawa seseorang. Membuatnya mati rasa dan tak ada gairah untuk bangkit melanjutkan hidupnya.

Ia masih saja mengharapkan diriku sampai hari ini. Bahkan ketika sosok perempuan didatangkan kepadanya untuk dinikahi, ia memilih mundur dan tak ingin menikah, karena masih terngiang-ngiang sosok diriku. Ini semacam lelucon namun sungguh benarlah adanya. Perempuan mana yang tidak terenyuh ketika mengetahui bahwa ia begitu dicintai oleh seseorang dengan sepenuh jiwa.

Lantas, hal bijak apa yang harus aku lakukan sekarang ini? Aku takut salah dalam mengambil keputusan. Aku takut salah dalam melangkah hingga berujung penyesalan di hari kemudian. Mataku benar-benar lelah semalaman menangisi keadaan. Menyalahkan diri sendiri dan merasa berdosa karena membuat hancur hidup seseorang.

Aku mencoba mengambil jalan tengah. Berupaya memperbaiki segalanya. Aku tidak bisa tinggal diam. Aku juga tidak akan bisa bahagia di atas penderitaan seseorang. Tidak. Aku tidak sejahat itu. Maka kuputuskan untuk menghubunginya lagi. Untuk meluruskan kesalahpahaman kemarin-kemarin. Iya, aku harus membicarakan ini dengannya. Aku harus bertanggungjawab atas kesalahan yang kuperbuat baik sengaja ataupun tidak.

Aku akan menghubunginya dan memilih melanjutkan apa yang sempat terputus. Mungkin.

Kebersihan Hati

Kadang kita terlalu sibuk membersihkan wajah, mempercantik penampilan, memperindah polesan rupa agar dipuji-puji manusia, namun lupa mempercantik akhlak agar di cintai Allah.

Kita berlomba-lomba menonjolkan kelebihan, sampai kita lupa bahwa menyebarkan kebaikan jauh lebih penting untuk dilakukan. Tampaknya dunia ini begitu mempermainkan kita. Menjebak pada hawa nafsu yang hampir-hampir menjerumuskan.

Sungguh beruntunglah mereka yang senantiasa menjaga kebersihan hatinya. Menjaga untuk tidak iri pada kebahagiaan saudaranya. Menjaga agar tidak dengki kepada nikmat yang diberikan oleh sebagian hamba yang lainnya. Menjaga agar tetap berprasangka baik kepada Allah atas segala musibah yang menimpanya.

Sungguh beruntunglah mereka yang memiliki hati yang bersih. Hati yang jauh dari kata riya’. Hati yang selalu memaafkan. Hati yang selalu ingin menolong sesamanya. Dan hati yang merasa pedih terhadap musibah yang menimpa saudaranya.

Ia sudah pasti tenang. Hidupnya nyaman dan tidur dalam dekapan kasih sayang Allah. Tidak mengkhawatirkan banyak hal perihal dunia. Ia hanya sibuk memikirkan, bagaimana agar selalu dicintai Allah. Tidak seperti kita-yang memiliki hati berpenyakit. Senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang. Mengapa? Mengapa harus seperti itu? Mengapa di hati kita bersarang rasa dengki? Padahal kita tahu, bahwa Allah membenci sifat itu.

Kita tidak rela melihat kesuksesan orang lain. Merasa Allah lebih sayang kepadanya daripada kita. Menyalahkan Allah karena kita tidak bisa seperti mereka yang saat ini sudah sampai pada puncak kesuksesannya. Kenapa?? Diam-diam, kita kadang merasa iri pada kebahagiaan orang lain. Tanpa sadar bahwa kita telah kufur atas nikmat yang Allah berikan pada kita sampai hari ini.

Berhentilah kawan!! Sudah cukup kau mengotori hatimu seperti itu. Amalanmu akan hangus hanya karena kau sibuk menghitung-hitung nikmat yang Allah berikan pada orang lain. Waktumu terbuang sia-sia, dan tak ada pahala yang kau dapatkan. Buat apa? Tidak ada gunanya. Kau hanya akan dipenuhi resah dan gundah gulana.

Hari ini, mulailah berdamai dengan hatimu sendiri. Banyak-banyaklah berbicara pada Allah, dan bersihkan hatimu dengan memperbanyak dzikir kepadaNya. Akhirilah kegelisahan itu dengan mendekatkan diri pada Pencipta.

Sekarang, sibuklah menghias diri dengan akhlak yang mulia. Sibuklah memoles wajah dengan polesan kebaikan-kebaikan. Sibuklah mempercantik hiasan bibir dengan banyak beristigfar. Semoga di perjalanan berikutnya, kita bisa bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya.

📝@gadisturatea
#gadisturatea

Sedang dalam fase “Quarter Life Crisis”

Hai semua..

Entah kenapa aku ingin bercerita perihal kehidupan yang sedang aku jalani saat ini. Hanya di blog ini, aku akan menceritakan sisi lain dari kehidupan sosok wanita pemilik akun @gadisturatea. Dibalik semua tulisan yang sok kuat itu, ada jutaan beban yang sedang berusaha aku pikul sendirian. (Biasanya nulis di Tumblr, tapi karena takut di blokir lagi mending beralih fokus ke sini)

Mungkin ada banyak hal yang perlu kita pahami di usia yang sedang beranjak menuju kematangan secara fisik. 24 tahun bagiku bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak hal yang akhirnya membuatku sadar akan dunia ini beserta keribetannya. Masa-masa peralihan dari remaja ke dewasa. Semua ikut berubah secara fisik, psikis, mental dan juga kebiasaan. Yang dulunya masih memikirkan diri sendiri, sekarang harus memikirkan orang lain juga terutama keluarga.

Sebagai anak pertama, aku seperti tulang punggung keluarga yang harus membiayai hidup mereka yang saat ini sedang dalam kondisi keuangan yang memburuk. Selepas musibah yang menimpa kami beberapa tahun silam, membuat bisnis keluarga kami harus jatuh bangkrut tak bersisa.

Gaji yang pas-pasan membuatku harus berhemat demi bisa menyisihkan untuk mereka setiap bulan. Minimal 50% dari gaji yang kuterima. Apakah aku keberatan? Tentu saja tidak. Karena bagiku itu adalah ladang pahala yang dicatat sebagai sedekah oleh Allah Subhana Wa Taala. Aku bahagia karena bisa turut andil membantu kebutuhan keluarga.

Namun, terkadang rasa sedih itu muncul di dalam hati sebab merasa belum bisa memberikan yang terbaik. Semua memang butuh proses, dan itu tidak semudah yang diucapkan oleh lisan. Di balik kata ‘proses’ itu sendiri, ada tumpahan air mata, ada kucuran keringat penuh harapan, ada gejolak kekecewaan yang kadang mendera habis-habisan. Semuanya tertuang dalam satu keadaan di mana kita dipaksa untuk tetap berjuang melewatinya.

Sesekali berbersit pertanyaan di dalam hati, sebenarnya kebahagiaan apa yang sedang aku kejar dalam hidup ini. Jika uang dan harta adalah kebahagiaanku, mengapa belum juga kuraih sampai hari ini padahal gajiku sudah cukup juga dengan bisnis yang aku jalankan sampai hari ini. Di tengah perjuangan, aku seperti kehilangan tujuan. Kehilangan harapan. Kehilangan semangat.

24 tahun itu masa-masa yang kritis. Di mana semua orang terlihat sukses, dan kita masih sibuk dalam ketidakjelasan. Semua orang sudah menikah, dan kita belum bertemu siapa-siapa. Semua orang bahagia, dan kita sendiri; tidak. Dunia terlihat begitu kejam.

Aku memahami bahwa aku sedang berada di fase yang rumit. Di mana aku yakin semua orang mengalami. Ingin menangis namun tidak tahu apa yang ditangisi. Dan ketika tertawa bersama teman-teman, rasa-rasanya hanya sekadar penghibur saat itu saja. Sulit sekali untuk bahagia. Apakah kamu juga sedang atau pernah merasakannya?


Yang bisa aku lakukan saat ini hanyalah menengadahkan tangan lalu berbincang dengan Allah lebih lama dari biasanya. Menanyakan perihal apa yang sedang terjadi pada tubuhku; pada hatiku?!

Mengapa terasa berat menjalani hari-hari. Sesekali aku bahagia karena bisa membuat orang lain tertawa, namun tak jarang juga aku menangis di hadapan Tuhan karena merasa belum bisa menjadi apa-apa dan belum mampu memberikan yang tebaik untuk orang-orang yang aku sayang. Kesedihan yang paling menusuk ialah ketika ada yang meminta bantuanku, tetapi aku tidak punya kuasa untuk menolongnya sedikitpun karena segala keterbatasanku. Hanya doalah sebagai satu-satunya senjata.

Pernah terpikir, mengapa setiap perjuangan rasanya sia-sia dan tidak disetujui oleh semesta? Dosa besar apa yang belum termaafkan hingga terasa buntu? Mengapa jalanku tidak bisa semulus orang lain?

Namun segera kutepis segala bisikan setan yang mencoba memunculkan rasa ragu di hatiku dengan berpikir bahwa Allah satu-satunya yang Maha baik dari semua yang baik. Bahwa Allah satu-satunya yang Maha penyayang dari semua yang penyayang.

Bagaimanapun, aku harus menjalani ini semua sebagaimana mestinya. Dengan terus berupaya berprasangka baik padaNya, kupikir hatiku akan tetap tenang. Semua akan baik-baik saja karena Allah tidak sekejam yang kubayangkan. Dengan asma-asmaNya, seharusnya sudah cukup meyakinkanku akan kebenaran yang ada dalam Al Qur’an. Allah yang Maha baik dan Maha penyayang. Untuk itu, mustahil sekali jika Dia berbuat dzolim kepada hambanya.


Setelah ini, aku akan belajar bagaimana menjadi hamba yang lebih baik lagi dan bagaimana menjadi manusia yang lebih bermanfaat lagi.


Terimakasih sudah mau membaca sampai akhir. Semoga Allah selalu menuntun hatimu dalam ketaatan. ♥️

Salam hangat 🌹

Tips Meraih Cinta Allah

Pernah ga sih, kalian ngerasa Allah itu cuek banget sama kalian? Serasa do’amu itu ga di dengar padahal kita sama-sama tahu bahwa Allah itu Maha Mendengar. Pernah ga sih? Kalau aku pernah. Dan itu dulu ketika awal-awal aku berhijrah. Nah di sini aku mau berbagi tips buat teman-teman semuanya, gimana cara meraih cinta Allah sesuai pengalaman aku sendiri.

1. Perbaiki sholat. Nah kebanyakan dari kita memang sholat 5 waktu, tetapi perlu teman-teman ketahui bahwa Allah sangat mencintai seorang hamba yang sholatnya di awal waktu. Sekarang aku tanya, selama ini kita sholat Dzuhurnya jam berapa? Sholat subuhnya jam berapa? Sholat isya-nya jam berapa? Mulai sekarang kita sama-sama belajar untuk memperbaiki hubungan dengan Allah lewat sholat ya teman-teman. Okey 🌹🌹

2. Melakukan apa yang Allah suka. Iya, tips kedua ini cara paling ampuh juga untuk menarik perhatian Allah. Memang terkadang kita butuh caper-caper ke Allah juga biar doa kita segera dikabulkan olehNya. Misalnya, Allah itu suka dengan hamba yang bersedekah dalam keadaan lapang maupun sempit, ya kita lakukan sepenuh hati. Allah suka dengan hamba yang berpuasa Senin-Kamis, kita lakukan maskipun berat sekali. Allah juga suka dengan hamba yang rajin tahajjud, ya mulai deh kita belajar bangun di sepertiga malam supaya Allah melihat kesungguhan kita dalam mengejar cintaNya. Pokoknya lakukan segala amalan yang membuat Allah kagum pada kita. Okee🌹🌹

3. Banyak-banyak berdzikir memuji Allah. Manusia aja kalau dipuji senangnya luar biasa. Apalagi Allah yang memang Dia lah satu-satunya yang layak untuk kita puji atas kemahahebatanNya sebagai Pencipta. Mulai sekarang belajar untuk lebih sering memuji Allah daripada manusia ya. Kamu boleh mendawamkan ucapan “ya Rahman, ya Rahim” sebanyak-banyaknya. Kalau perlu setiap habis sholat baca aja 100x setiap hari. Dan lihatlah bagaimana Allah turunkan rahmatNya kepadamu. Okey🌹🌹

4. Banyak-banyaklah mengucapkan istighfar. Nabi saja yang sudah di jamin surga, masih mau beristighfar. Nah siapa kita yang surganya belum jelas?!. Makanya sesering mungkin kita mohon ampun sama Allah. Mungkin ada dosa yang tidak kita sengaja yang membuat doa-doa kita tidak sampai ke arsy-Nya Allah. Bukan Allah yang tidak mendengar, tetapi dosa kita yang menjadi penghalangnya. So, banyak-banyak beristighfar di sela-sela waktu kerja ya teman-teman. Okey♥️♥️

Mungkin segitu dulu ya tips dari aku. Semoga bermanfaat buat teman-teman semuanya. Tulisan ini pengingat juga buat aku pribadi. Kita sama-sama belajar untuk menjadi lebih baik ya setiap harinya. Jangan lupa di share. Terimakasih teman-teman 🌹🌹

By Riany Az Zahra
Gadis turatea

_____
https://www.instagram.com/gadisturatea/
https://www.tumblr.com/blog/gadisturatea
https://gadisturateadotcom.wordpress.com/
https://m.facebook.com/dharnyyydahlan?ref=bookmarks
https://m.facebook.com/Rianyazzahara/?ref=bookmarks

Buat teman-teman yang selalu nanyain soal hijrah. Mungkin tips ini bisa diterapkan dan semoga bermanfaat.

1. Putuskan dulu hubungan kamu dengan sosok yang bernama PACAR. Gimana bisa hijrah kalau masih pacaran coba? Ya susah. Atau ajak aja pacar kamu hijrah juga biar kelak bisa bertemu lagi dan dipersatukan dengan cara yang halal. Iya kan?! 😍

2. Putuskan komunikasi dengannya dan tutup semua akses yang bisa mengingatkan kamu sama dia. Yes, ini sesuatu yang penting. Karena biasanya yang pacaran lama, kalau putus pasti berpeluang untuk balikan. Maka aku saranin, tutup peluang itu rapat-rapat. Jangan berikan sedikit pun celah untuk mantan bisa ngajak balikan. Hehe

3. Mengubah penampilan dan menjaga jarak dengan lawan jenis. Yang dulunya belum berhijab, sekarang mulai nutup aurat. Yang dulunya bergaul dengan pria, sekarang bergaulnya dengan teman-teman yang udah hijrah. Menjaga jarak itu bukan hanya di dunia nyata ya teman-teman. Tapi di dunia maya juga. No chating-chatingan.

4. Mendekatkan diri pada Allah dengan memperbaiki sholat wajib yaitu sholat di awal waktu, membiasakan puasa senin kamis, sholat duha dan tahajjud, dan memperbanyak sedekah. Ini adalah poin paling penting ketika kamu memutuskan untuk hijrah. Hal pertama yang harus kamu lakukan setelah berhasil melewati proses-proses di atas.

5. Hadir di Majelis Ilmu. Ini juga penting, karena kita bisa belajar dari orang-orang yang tepat di kajian. Bisa bertemu teman-teman yang juga udah hijrah duluan. Bisa mengecas iman, dan mendapatkan suntikan semangat dari teman-teman yang lainnya. Jadi jangan males untuk datang ke kajian ya..

6. Rajin membaca Al-Qur’an dan terjemahannya. Menurut aku ini juga penting banget. Karena semua tentang agama kita ada di dalam kitab. Dan terkadang Allah itu ingin memberitahukan diri kita apa yang tidak kita ketahui selama ini, melalui Al-Qur’an. So, wajib banget baca Al-Quran dan terjemahannya. Okey😍

7. Berdzikir sebanyak-banyaknya. Bisa istighfar, bisa amalan dzikir yang teman-teman hapal aja. Tapi itu rutin dilakukan di sela-sela waktu kesibukan kita. Daripada bengong, mending dzikir. Daripada banyak mikir, mending dzikir. Dan itu berpengaruh banget sama urusan kita teman-teman. Allah akan memudahkan urusan-urusan kita. Percayalah.

Mungkin segitu dulu tips dari aku ya. Semoga bermanfaat. Semoga Allah selalu berikan hidayah buat kita semua. Semoga Allah limpahkan karunia-Nya selalu kepada kita yang sedang merangkak menuju cahayaNya.

Aamiin Allahumma Aamiin.

By Riany Az-Zahra
@gadisturatea

Tips Menghalau Galau Perihal Masa Depan

Haii..
Buat kalian yang lagi galau tentang masa depan. Mungkin tips ini bisa membantu kamu untuk kembali WARAS menjalani kehidupan ini.

1. Milikilah hati yang selalu berpasrah dan merasa butuh kepada Allah.

Masa depan ada dalam genggamanNya dan wilayah kita hanya sebatas berdoa dan berikhtiar. Bukan penentu kehidupan. Maka tetaplah berproses dengan memercayai Allah sebagai sutradara terbaik dalam hidup ini. Okey 🌹

2. Tumbuhkan rasa percaya diri di dalam hati teman-teman semua.

Kamu harus punya keyakinan yang penuh bahwa Allah menciptakan kamu dengan banyak kelebihan. Jangan fokus pada kekurangan. Syukuri apa yang menjadi kelebihan kamu dan perbaiki apa yang menjadi kelemahan kamu. Yakinilah di dalam hati bahwa kamu juga bisa sukses seperti orang lain. Ini bukan masalah takdir, tetapi ini masalah siapa yang bersungguh-sungguh dalam perjuangan dan bersungguh-sungguh dalam doanya. Okey 🌹

3. Tuliskan impianmu dan fokuslah pada tujuan yang ingin kamu capai.

Kamu harus punya tujuan. Harus punya goals atau impian. Karena itu salah satu cara yang bisa mengeluarkan energi positif atau semangat yang luar biasa dari dalam diri kamu. Jangan hidup seperti kerbau. Kita diciptakan dengan akal pikiran. Agar bisa merencanakan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Jadi, mulai sekarang kamu udah harus mikir, mau jadi sosok yang seperti apa suatu saat nanti. Okey🌹

4. Abaikan nyinyiran orang lain.

Yes. Kamu harus punya sikap bodoh amat terhadap hal-hal negatif dari orang lain yang bisa merusak kemampuan berpikirmu. Kamu harus belajar mengabaikan kata-kata mereka yang hanya menjatuhkanmu. Mereka hanya bisa berkomentar, tetapi yang bertanggung jawab atas kamu adalah dirimu sendiri. So, tutup telinga dan tetaplah berjalan. Okey 🌹

5. Libatkan Allah dengan cara selalu berdoa.

Iya, ini sebenarnya point yang paling penting. Tanpa bantuan dan karunia Allah, kamu tidak akan bisa menjadi siapa-siapa. Maka, pastikan bahwa setiap perjuanganmu, ada ridho Allah di dalamnya. Dan mintalah selalu kemudahan dalam setiap urusan. Allah suka dengan hamba yang senang berdoa. Banyak-banyak minta sama Allah ya. Ga usah ke makhluk. Ngapain? Bikin sakit hati. Hehe

Oke teman-teman, mungkin cuma itu tips yang bisa aku bagiin ke kalian hari ini ya. Jika bermanfaat silakan di share. Terimakasih 🌹🌹

📝By Riany Az-Zahra
@gadisturatea