P A T A H – H A T I

Kamu pasti pernah mendapati seseorang pergi dgn alasan ingin fokus melanjutkan study. Atau yang lebih parahnya lagi, ada yang beralasan karena ingin hijrah berubah menjadi lebih baik lagi. Tapi tau-taunya seminggu kemudian ia menggadeng perempuan lain. Yang lebih shalih.

Kau mendengar kabar terakhirnya, rupanya telah menemukan penggantimu yg menurutnya jauh lebih baik.

Kau bertanya-tanya pada hatimu. Ada apa sebenarnya? Mengapa ia beralasan demikian u/ memutuskan hubungan denganmu, tetapi justru membuka lembaran baru dgn orang lain dibelakangmu?

Kau merasa di khianati tepat ketika ia memutuskan u/ pergi. Kau akhirnya patah hati. Kau menyiksa tubuhmu dgn segala macam kelakuan yg merugikan dirimu sendiri. Mengurung diri dikamar, tak mau makan & enggan bertemu siapa2. Yang kau lakukan hanyalah menangisi keadaan yg tak mampu kau ubah. Menangisi kepergiannya yg belum bisa sepenuhnya kau terima.

Menyakitkan mmg jika posisi terbaikmu itu digantikan oleh orang lain. Apalagi orang lain itu adl sahabatmu sendiri. Mereka seperti saling menyepakati diam2 untuk menyakiti kamu.

Kamu yg saat itu sedang patah hati, merasa tak ada semangat u/ melanjutkan hidup lagi. Merasa bahagiamu telah berakhir setelah ia memutuskan untuk pergi.
.
Kau berkata bahwa sulit melupakan kenangan yang pernah ada. Kau berkata bahwa tak ada lagi sosok lelaki sebaik dia.

Hmm..
My dear, kumohon janganlah seperti ini!!

Setiap perempuan memang memiliki keterbatasan perihal menerima masalah dgn logika. Ia kerap larut dlm tipu daya setan. Hingga sulit menggunakan akal u/ bisa kembali waras seperti sedia kala.

Kenapa? Kenapa bagimu patah hati berarti berakhirlah semua kebahagiaan di dunia ini? Kenapa patah hati membuatmu payah dan tak punya gairah lagi? Apa jadinya jika dia tahu bahwa dirimu terpuruk setelah ditinggal pergi olehnya? Ia akan merasa menang. Merasa senang karena telah berhasil membuat satu orang wanita patah hati dengan teramat hebat. Lalu ia akan menceritakan pada teman-temannya dengan bangga. Bukankah perempuan kadang dijadikan bahan bagi laki-laki untuk memamerkan kegagahannya? Dan membuat wanita patah adalah suatu keberhasilan bagi mereka.
.
Harusnya, meski kau patah hati, kau tetap bersikap elegan. Bahkan berusaha terlihat lebih cantik dari sebelumnya. Bukan untuk membuatnya menyesal. Tetapi u/ memperlihatkan dirimu yang dewasa.

Jadikanlah pengalaman itu mjd sebuah pelajaran. Bahwa jalan yg kau tempuh kemarin u/ mencari pendamping, bukanlah jalan terbaik. Mungkin ini adalah teguran dariNya, bahwa sudah saatnya kamu hijrah u/ menemukan pasangan hidup dgn cara yg terhormat.
_
Bukalah hatimu, dan mintalah padaNya perihal pria seperti apa yg kau inginkan u/ dibersamai.
.
Semoga kelak Tuhan hadirkan tangan terbaik u/menyeka air matamu. Sosok penyembuh atas segala luka yg pernah kau rasakan itu.


📝@gadisturatea #gadisturatea

Iklan

Betapa Sulit Berpindah Ke Lain Hati

Pertanyaan kesekian kali yang terlontar padaku.
“Bagaimana, sudah istikharahkah?”
Aku kelagapan tak tahu harus menjawab apa.

_
” . . . ” Aku hanya membalas dengan senyum terpaksa.

_
“Ya sudah, kapan-kapan kalau kamu sudah siap, bilang ke aku ya” ucapnya.
__
Pada dasarnya, hati wanita pasti memiliki kecenderungan terhadap satu orang pria dalam hidupnya. Entah itu sosok yang dikaguminya sejak lama, entah dengan mantan kekasihnya yang akhirnya sudah berhijrah, atau mungkin dengan seseorang yang pernah menanggalkan janji untuknya.

Ada ketertarikan di dalam hatinya terhadap satu pria. Dan posisi pria itu tidak mampu tergantikan dengan begitu mudahnya. _
_
“Sungguh beruntung laki-laki itu.” ucapnya padaku pada satu waktu yang gemuruh.

Ia berkata penuh kepiluan. Sampai aku tidak tega u/ menolaknya. Meski telah kuberi kata2 baik sebagai penguat.
Sehari setelah itu, aku melihat matanya sembab seperti ada yg sempat tumpah di sana. Hanya Tuhan yang tahu, dan sajadalahlah yg mjd saksi bisu.
_

Akupun heran, mengapa harus serumit ini. Padahal tinggal mengiyakan ajakannya u/ menikah, lalu statusku berubah menjadi istrinya. Aku bisa tertawa lepas ketika bersamanya, sebab aku tahu dia pria yang humoris. Sama seperti yang kuinginkan.

Jikapun belum ada rasa cinta, mungkin bisa tumbuh ketika sudah saling mengenal dan bertemu setiap hari. Aku bisa melupa dgn
mudah, juga bisa bahagia tanpa pura2

Nyatanya benar-benar sulit.
_
“Pasti ada yang lebih baik menjadi istrimu, ketimbang aku yg memiliki byk kekurangan ini” ucapku mengakhiri pertemuan dan menutup acara makan malam pada hari itu.
_

Ada kelegaan tersendiri setelah mengungkapkan semuanya. Kasihan juga bila menggantungkan perasaan anak orang lama2.

Aku beberes, lalu bergegas ke parkiran. Dalam mobil aku termenung cukup lama. Terngingan katanya tadi, “Betapa beruntung lelaki itu-yang kau tunggu dengan setia”
_
_
“Bukan dia yang beruntung. Tapi aku. Karena aku tahu, bahwa do’anya-lah yg tak pernah henti meminta aku kepadaNya, hingga tak sedikitpun hatiku berpindah pada selainnya” gumamku.
_
Aku tersenyum, seketika mengingat pertemuan terakhir kami setahun yg lalu-di depan kedua orangtua sebelum berpisah.
_
📝@gadisturatea

Hati Perempuan

.
Kau tahu, betapa hebatnya seorang wanita dalam hal mencintai. Kasih sayangnya begitu besar hingga sulit terbayangkan oleh seorang laki-laki. Maka jangan heran ketika kau melihat di antara mereka ada yang begitu terpuruk ketika cintanya dibagi habis oleh seseorang yang ia percayai.

.
Hatinya begitu lembut. Dan mudah Rapuh.
Maka kau harus berhati-hati untuk menyentuhnya.

Jika sudah cinta, ia akan berkorban.
Berkorban perasaan lebih tepatnya.
Ia rela tersakiti sedemikian hebat, hanya agar hubunganmu dengannya tetap baik-baik saja.
Semua ia lakukan atas dasar cinta dan percaya.

Lalu kebahagiaan yang tidak seberapa itu-yang kau berikan padanya, sudah mampu membuatnya lupa pada luka yang kau torehkan di hari-hari sebelumnya. Begitu mudah ia meng-amnesia-kan luka hanya karena kini kau telah berhasil membuatnya tertawa.

Hingga kemudian, sebab rasa bosan kau akhirnya memutuskan untuk mencari yang lebih baik darinya. Meninggalkannya dengan sepihak tanpa rasa bersalah. Kau mungkin tidak tahu bagaimana ia telah bertahan menahan sesak selama ini hanya agar kau tidak pergi.

Ternyata semua sia-sia.

Seorang pria memang lebih mudah untuk jatuh cinta lagi. Berbeda dengan wanita.
Perasaannya tidak sesederhana itu untuk bisa diterjemahkan bahwa ia butuh sosok yang baru.

Ia akan berlarut-larut dalam sendu. Merayakan kehilangan dengan segala praduga buruk yang ada di kepalanya. Ia akan bertanya-tanya mengapa kau memilih pergi? Lalu ia mulai menyalahkan dirinya sendiri atas hal ini.
Ia memang lebih sulit berdamai dengan masa lalu. Baginya, orang baru bukanlah obat penyembuh. Hingga ia cenderung gagal untuk melangkah maju.
___

Wanita adalah mutiara. Dan ia sangat berharga. Namun, keistimewaannya itu hanya mampu disadari oleh laki-laki yang shalih.

Tidak semua pria bisa melihat keindahan itu. Mereka yang belum paham, pasti akan berpikir bahwa masih banyak perempuan lain di muka bumi ini.

Ia lupa, bahwa tingkatan cinta dan luasnya kasih sayang setiap wanita tidak akan pernah sama. — –

📝@gadisturatea || Riany Az-zahra

KEKURANGAN JUGA ANUGERAH

Dalam hidup ini, setiap kita diciptakan sudah sepaket dengan kelebihan serta kekurangannya masing-masing.

Kau mungkin mengeluhkan keadaanmu yang kurang tinggi, padahal di luar sana telah Allah siapkan seseorang yang akan menerima dirimu apa adanya. Berkata bahwa ia menyukai sosok perempuan yang imut seperti dirimu.

Atau kau mungkin pernah mengeluhkan kulitmu yang tidak begitu putih. Padahal telah Allah sediakan seseorang yang akan mencintai keindahan pada warna kulitmu itu. Berkata bahwa ia menyukai wanita berkulit sawo matang seperti dirimu.

Atau, pernahkah kau mengeluhkan bentuk hidungmu yang minimalis itu? Kau mengirikan kesempurnaan yang ada pada diri orang lain. Mungkin kau lupa, bahwa Allah telah menyediakan seseorang yang akan mencintai kekurangan yang kau punya. Bisa jadi, apa yang menurutmu kurang menarik pada wajahmu, mungkin baginya itulah yang paling menarik di matanya. Sebab ketertarikan dan perihal rasa cinta, sejatinya Allah-lah yang memasukkannya ke dalam hati setiap hamba.

Seperti hal-nya aku. Yang dipilih olehnya untuk menjadi kekasih halal. Dari semua kekurangan fisik yang ada pada wajahku, ada satu hal yang membuatnya tertarik hingga menghilangkan kekurangan yg terdapat pada bagian yang lain.
“Kau tahu, sorot matamu itu memabukkan. Dan cukuplah itu yang membuatmu lebih cantik di mataku dari perempuan lainnya” ucapnya sembari menyunggingkan senyum termanisnya. Satu kecupan mendarat di keningku malam itu.

Dengan segala kekurangan serta keterbatasan yang aku punya, ia mampu mengimbangi dan menerimanya dengan setulus hati. Menyabarkan egoku, dan memaklumi keras kepalaku.

Mungkin memang benar kata orang, bahwa seburuk-buruknya dirimu, pasti akan ada satu pria yang mencintai kamu dengan sederhana dan tulus apa adanya. Ia tak memikirkan kekurangan yang kau punya, juga tidak mempermasalahkan fisikmu yang kurang sempurna.

Percayalah, tidak lama lagi sosoknya akan hadir. Menemani hari-harimu, menenangkan resahmu, menghapus air matamu, juga meringankan beban di pundakmu.

Jika kau sudah menemukannya, jangan sia-siakan dia ya. Berikanlah cinta yang besar untuknya..

Hadirmu adalah Ujian Bagiku

Ada banyak hal yang kupelajari ketika melalui proses hijrah ini. Tentang meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk di masa lalu yang sempat kupikir bukanlah masalah besar-ialah memutuskan untuk berhenti mengenal laki-laki diluar batas kewajaran (berpacaran)

Semakin menghindar, entah mengapa godaan semakin berdatangan.

Entah kedatangan pria yang sejak dulu diidam-idamkan, atau bahkan kehadiran kembali sosok mantan kekasih yang masih dicintai. Sungguh ini akan melemahkan iman.

Namun, aku masih bertahan dalam keyakinan bahwa lelaki yang baik akan mengajak membina hubungan dalam ikatan suci, bukan mengajak untuk berzina dengan hubungan yang tidak Allah ridhoi.

Aku pikir aku sudah berhasil. Sebab aku berani menolak setiap laki-laki yang datang.

Hingga, tiba pada satu waktu aku dipertemukan dengan sosoknya. Kupikir, aku tidak mungkin akan jatuh, sebab ia bukan termasuk kriteriaku sama sekali. Namun Tuhan berkata lain.

Aku dan dia dipertemukan tanpa sengaja. Aku yg merantau di kotanya saat itu harus tinggal di rumahnya dalam beberapa bulan. Bangun tahajjud, aku melihat dia tanpa sengaja. Bangun untuk sahur pun, aku melihat dia sudah beres-beres sudah makan. Dan itu berlangsung setiap hari. Segala amalan yang berusaha kurutinkan, rupanya iapun melakukan.

Aku menjadi bingung bagaimana cara mencegah rasa ini jangan sampai ada dalam hatiku.

Namun, tetap saja semesta semakin mendekatkan. Aku dan dia akhirnya jatuh pada rasa yang sama. Diam2 kami berdoa untuk disatukan dalam ikatan halal. Sebab berdua memendam rasa dan harus bertemu setiap hari itu teramat berat untuk dijalani.

Tetapi lagi-lagi Allah punya rencana tersendiri. Niat baik itu tidak direstui olehNya. Banyak penghalang hingga akhirnya sakit yang kudapatkan. Aku berusaha bertahan dalam ketaatan kepadaNya. Aku meminta untuk diberi kemudahan melupakan dia jika memang bukanlah yang terbaik. Namun, semakin hari kian membumbung rasa ini.

Aku memutuskan untuk keluar dari rumahnya sebelum rasa ini benar2 menghancurkan hidupku.

Hingga akhirnya aku sadar, barangkali hadirmu memang hanyalah sebagai ujian atas hijrahku.

Mengapa begitu sulit menuju pernikahan yang suci?

R E S T U

Aku pernah bahagia saat kau berkata ingin meminang dalam waktu
dekat.

Aku pernah bahagia saat kau berkata menginginkan istri seperti aku yang sederhana.

Aku pernah bahagia ketika saat itu, kau berani jujur pada kedua orangtuamu bahwa perempuan yang berhasil membuatmu jatuh cinta setelah sekian lama; adalah aku-yang saat itu duduk tepat di sampingmu. Memperkenalkan diriku di depan mereka. Dengan keyakinan penuh kau berkata bhw ingin menyempurnakan separuh agama bersamaku. Sebagaimana kegigihan itu yg kau tunjukkan ketika di depan Ayahku sehari sebelum hari itu.
_
Aku berdebar tiada henti. Keringatku mengucur saat ditanya oleh Ayahmu, atas alasan apa aku siap menikah diusia muda denganmumu. Aku hampir kehabisan kata ketika ditanya oleh ibumu siapkah aku mengarungi badai kelak bersamamu.

Aku tersenyum dan berusaha untuk tetap tenang menjawab pertanyaan2 mereka. Tentu saja, ibadah adalah alasan utama kita. Pun ingin menghindari zina. Aku tdk ingin menyimpan perasaan padamu padahal kita belum ada ikatan apapun.

Perihal kesiapan, aku sudah memikirkannya jauh2 hari. Aku bersedia bersusah-susah denganmu. Pun aku akan bersetia apapun yang terjadi padamu.

Hari itu berlalu. Namun kita belum mendapatkan restu. Orangtuaku menginginkan agar kau mapan terlebih dahulu. Mungkin menurut mereka, bahagia hanya bisa diukur dari harta yang bertumpuk dan jabatan yang bagus.
_
Hingga kini, tak bersisa dari kita selain kepingan-kepingan harap yang berdebu di kotak kenangan. Serpihan rerindu yang berusaha kita hapus, tampaknya belum hilang seluruhnya. Tetap saja masih ada doa-doa lirih yang membumbungkan harap agar kita kembali dipertemukan dalam keadaan yang jauh lebih baik. Suatu saat nanti.

Jika tiba-tiba Tuhan mempertamukan lagi tanpa sengaja, semoga usaha kita dalam memantaskan diri selama ini berbuah ketaatan, hingga restu dari mereka menjadi hadiah terindah dari Tuhan untuk kita berdua.
_
Terimakasih telah berjuang sampai titik akhir. Walau kita tak kunjung mendapatkan restunya, doa kita tak pernah lelah meminta kepada Tuhan untuk menyatukan.

Yang aku tahu, kita adalah dua ornag yang sama-sama keras kepala dalam berdoa. Sebab kita selalu meyakini satu hal, bahwa yang bisa mengubah takdir hanyalah doa-doa yang terpanjatkan di atas sana.
_

📝@gadisturatea #gadisturatea #muslimah #cerpen #prosa

Setiap orang memiliki masalahnya masing-masing, sesuai dengan tingkat kemampuannya. Perihal berat tidaknya sebuah masalah bagi setiap orang, itu tidak bisa dinilai dengan cara membandingkan masalah kita dengan masalah orang lain. Karena tingkat keimanan pun berbeda. Sedang Allah menguji sesuai tingkat keimanan yang dimiliki.

Pada satu waktu, aku pernah meng-iri-kan keshalihan seseorang. Bagimana tidak, dia gadis yang cantik, tinggi, putih, baik, cerdas, memiliki lingkungan keluarga yang selalu mendukung tumbuh kembangnya, dan yang paling penting dia menikah di usia muda. Sedang aku tidak. Hm.

Aku tahu, bahwa setiap kita telah memiliki kelebihannya masing-masing. Namun, aku merasa gadis itu memiliki semuanya. Ah, dia benar-benar istri idaman. Tidak perlu heran jika menikah cepat. Keluarganya pun keluarga yang ideal. Ayahnya seorang motivator hebat yang sampai hari ini kukagumi.

Hingga pada satu waktu, gadis itu menikah dengan pria yang dipilihkan oleh Ayahnya. Tanpa kenal, tanpa pacaran. Di menikah tanpa melalui proses yang panjang. Akad dan resepsi yang sederhana padahal ia adalah keluarga yang berkecukupan. Aku benar-benar salut padanya. Ia terlihat bahagia. Sangat bahagia. Menggandeng laki-laki yang ia percaya bahwa ia mampu membimbingnya hingga ke surga. Lelaki pilihan Allah yang langsung diseleksi oleh Ayahnya. Dan kita sama-sama tahu bahwa seorang Ayah pasti memberi yang terbaik untuk anaknya terlebih dalam hal memilih pasangan hidup.

Hingga kemudian, beberapa bulan setelah pernikahannya, terkuak kabar bahwa mereka bercerai. Aku yang telah mengikuti perjalanan hidupnya dari awal, merasa turut bersedih atas kejadian ini. Aku benar-benar tidak percaya.

Hingga, gadis itu menghilang dari permukaan. Seolah tak ingin semua orang tahu masalah-masalahnya. Ia mengobati luka hatinya dengan cara menghilang dari peredaran manusia2 kepo di sosial media.

3 bulan berselang, gadis itu muncul lagi, setelah pulih. Ia hadir dengan suasana hati yang baru. Lebih ceria, lebih terlihat bahagia, dan yang pasti sekarang ia terlihat lebih cantik dari sebelumnya. Aku paham, betapa sakit yang ia rasakan. Betapa menyesakkan perlakuan yang ia terima. Namun ia memilih untuk tetap percaya pada takdir Allah-yang Maha Baik.

Tidak ada yang mau pernikahannya seumur jagung. Tidak ada yang mau takdirnya begitu buruk. Tak ada yang mau untuk menjanda di usia muda. Sungguh tak ada. Namun ia lagi-lagi membuatku salut. Ia tidak pernah memperlihatkan kesedihannya pada dunia di depan layar semua media. Ia tidak pernah memperlihatkan bahwa ia amat terluka sebab seseorang yang ia percaya mampu menjadi Imam baginya, rupanya jauh dari yang dibayangkan olehnya. Hingga jalan perpisahan harus ia tempuh.

Kupikir ini bukan masalah yang kecil. Perempuan berparas menawan itu cerdas. Dan keluarganya pun bukan dari keluarga yg tingkat pendidikannya hanya sampai SMA. Kupikir mereka sudah memikirkan hal ini matang-matang. Sampai pada satu waktu, aku mulai merasa bahwa betapa sholehah dirinya hingga Allah memberinya ujian yang teramat berat. Menghancurkan hidupnya sedemikian parah.

Setelah ia mengobati luka-lukanya, kini ia sudah mulai pulih dan kembali ceria lagi. Bangkitnya dari keterpurukan tentu saja karena kasih sayang Allah, kekuatan diri sendiri yang berasal dariNya, dan cinta serta kasih sayang yang penuh dari orang-orang terdekatnya sehingga ia mampu melalui proses menyedihkan itu.

Walau ada trauma-trauma kecil di masa lalu, semua itu justru membuatnya semakin tangguh dengan kariernya yang semakin maju. Terlihat betapa Allah menyayangi dirinya. Kini, aku malu sebab pernah mengirikan kehidupannya. Aku lupa, bahwa Allah menguji setiap hamba sesuai tingkat keimanannya. Terlihatlah betapa shalihahnya dia. Hingga pantas diberi nikmat yang banyak olehNya. Aku tidak akan mungkin bisa sekuat dia jika saja aku yang mengalami hal buruk itu. Allah benar-benar adil.

Aku benar-benar malu padaNya.